Budidaya Ikan Patin: Cara Lengkap Budidaya Ikan Patin (1)

gambar budidaya ikan patin
Berbicara perjuangan budidaya ikan patin memang belum begitu populer dimata masyarakat pada umumnya, berlainan dengan budidaya ikan lainnya seperti, budidaya ikan gurame, budidaya ikan nila, maupun mujahir. Namun yang perlu Anda tahu budidaya ikan patin dikala ini tergolong salah satu usaha yang cukup berpeluang.
Kenapa mampu demikan, pastinya Anda ingin tahu kenapa alasanya. Karena ketika ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terkait pembatasan kuota impor ikan, sehingga kenaikan bikinan ikan dalam negri menjadi tumpuhan keperluan pasar setempat. Ikan pantin ialah ikan yang mempunyai perkembangan cepat, sehingga budidaya ikan patin menjadi alternatif dalam mengatasi hal tersebut.
Ikan patin atau kerap diketahui dengan bahasa ilmiah berjulukan Pangasius hypophthalmus ialah ikan sejenis lele yang serupa-sama memiliki kumis atau sungut. Ikan ini memiliki habitat asal di sungai tempat Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Ukuran optimal ikan patin mampu meraih 1-2 meter. Untuk budidaya ikan pantin juga tergolong gampang, dan cepat.
Perlu Anda tahu budidaya ikan patin dikolam tergolong sungguh cepat, dalam waktu 6 bulan ikan ini bisa tumbuh dengan panjang meraih 35-40 cm dengan berat 1 kg, selama pemeliharan dijalankan secara terencana.
Selain itu untuk budidaya ikan patin Anda tidak butuhkawatir problem pasarnya, karena harga jual ikan patin juga termasuk cukup tinggi, dan peminatnya tidak kalah banyak dengan jenis ikan lainnya. Yang mempesona lagi ikan patin banyak dicari pembeli sebab kaya akan kandungan gizi dan faedah.
Manfaat ikan patin
Berdasarkan hasil kajian penelitian, ikan patin memiliki kandungan lemak rendah dibandingkan dengan jenis ikan yang lain. Kandungan lemak esensial DHA (4,74 %), EPA (0,31 %), dan lemak tak bosan USFA (50%). Artinya ikan patin mempunyai kandungan kolesterol rendah (21-39mg/100 gram), maka elok untuk disantap dan cocok untuk Anda yang sedang melaksanakan program pembatasan makanan .

Berdasarkan klarifikasi diatas, budidaya ikan patin selain cukup menjanjikan dengan nilai jual tinggi, ikan patin juga kaya kandungan gizi yang bagus untuk dikonsumsi oleh Anda.
Anda pasti sudah penasaran, bagaimana cara budidaya ikan patin. Baik kalau begitu, simak kulasan kami mengenai teknik budidaya ikan patin berikut ini :
Panduan Budidaya Ikan Patin
A. Penentuan Lokasi Budidaya Ikan Patin
Untuk budidaya ikan patin Anda perlu memperhatikan lokasi budidaya. Pada dasarnya ikan patin memiliki habitat adalah di alam bebas atau sungai, maka untuk budidaya ikan patin ini Anda mesti mengerti syarat lokasi yang cocok untuk habitat ikan patin.

1. Pilih lokasi budidaya ikan patin dengan jenis tanah lempung, karena cocok untuk dijadikan kolam
2. Usahakan lokasi berada ditempat yang terbuka, mendapatkan penyinaran matahari
3. Kualitas air, usahakan air untuk mengairi kolam budidaya ikan patin higienis, tidak keruh atau tercemari limbah berbahaya
4. Suhu air pada kolam yang ideal 26-28 derajat Celcius.
5. Ph air dengan keasaman 6,5-7 (pH tolok ukur)
6. Alternatif lokasi yang lain untuk budidaya ikan patin yaitu model karamba, hal ini bisa dipraktekkan bila dilingkungan Anda bersahabat dengan sungai, bendungan, maupun irigasi lainya dengan arus yang tidak besar.
7. Untuk membuat kolam Anda mampu bentuk mirip kolam pada ternak lele, sebab budidaya ikan patin hampir sama dengan lele.
B. Cara Pemilihan Bibit Ikan Patin
Budidaya ikan patin tidak terlepas dari bagaimana cara menentukan bibit yang bermutu. Cara penyeleksian bibit ikan patin dapat Anda kerjakan dengan pemijahan sendiri maupun membeli penangkaran.
Saran kami untuk pemula sebaiknya Anda memakai bibit yang dibeli dari peternak, selain lebih cepat, kulitas bibit sudah tidak disangsikan lagi. Nah, baru sesudah Anda berhasil budidaya ikan patin, Anda belajar tahap pemijahan bibit patin sendiri.
Berikut kami berikan tips-kiat cara penyeleksian bibit ikan patin yang bagus, jika Anda berbelanja di penangkaran/peternak.

4 hal penting dalam memilih bibit ikan patin.
1. Cermati fisik (kesehatan bibit)
Benih patin bermutu memiliki badan proposional. Ukuran antara kepala dan badan seimbang. Memiliki pergerakan lincah, sungut sempurna, tidak ada luka, warna badan tampakmengekilat dan cerah. Pastikan dalam budidaya ikan patin bibit dalam keadaan sehat.
2. Ukuran Seragam
Ukuran benih patin yang tidak seragam, mampu mengakibatkan perkembangan ikan pantin tidak bersama-sama, sehingga dapat menimbulkan persaingan dalam mencari masakan. Ikan patin berbadan besar mempunyai peluanguntuk makin besar, namun yang ukuranya kecil akan terhambat pertumbuhanya.
Selain itu kalau ketersediaan makan kurang, mampu terjadi kanibal walaupun hal tersebut jarang terjadi. Upayakan sebelum melakukan budidaya ikan patin Anda menentukan bibit dengan ukuran yang seragam.
3. Induk
Pastikan benih yang Anda gunakan berasal dari induk bermutu unggul, dan bukan hasil pemijahan dari relasi akrab atau inbreeding.
4. Penyakit
Tanyakan kepada penangkarnya, apakah bibit tersebut pernah terserang penyakit atau tidak. Tanyakan pula bagaimana perlakuan bibit sebelumnya, apakah memakai probiotik, vitamin, atau antibiotik. Saran kami semestinya anda hindari benih yang mengunakan antibiotik.
Antibiotik mampu menimbulkan virus/basil menjadi semakin kebal, sehingga dalam dikala budiaya ikan patin berlansung dan terjangkit penyakit, maka dibutuhkan takaran yang lebih tinggi untuk penangananya.
C. Pemeliharan dan pembesaran ikan Patin
Budidaya ikan patin tergolong cepat. Terutama pada kemajuan panjang ikan. Di umur bibit baru menginjak 2 bulan panjang tubuh ikan patin mampu meraih 10-12 cm dan berat 15 gram, cukup cepat bukan.
Tahapan proses pembesaran ikan patin pastinya tidak lepas dari bagaimana cara pemeliharaan ikan tersebut didalam kolam Anda. Ada tiga hal yang perlu diamati untuk merawat ikan patin biar tumbuh dengan baik secara maksimal.
Pertama, mempertahankan mutu air kolam. Kondisi bak budiaya ikan patin yang kurang baik mampu menyebabkan ikan gampang terjangkit penyakit, dan ajal bibit ikan dikolam Anda. Untuk itu upayakan air untuk mengaliri kolam mesti berasal dari sumber yang higienis. Jika bak terlalu asam sebaikanya berikan kapur semoga pH setabil.
Kedua, pemupukan. Idelanya sebelum bibit dimasukan kedalam bak, perlu dilaksanakan pemupukan terlebih dahulu. Tujuan pemupukan ini yakni untuk merangsang kemajuan pakan alami yang dibutuhkan oleh ikan.
Cara pemupukan pada bak budidaya ikan patin ialah berikan pupuk dasar berbentukkotoran ayam, puyuh, dll.cukup berikan 1-2 karung sehabis itu tambahkan EM cair khusus ternak ikan, atau bisa juga produk Nasa TON, untuk mengurai pupuk menjadi mikrobia atau zooplangton.
Masukan air kedalam kolam secara bertahap, pertama 10-15 cm dan diamkan selama 1 minggu. Setelah itu tambahkan debit air menjadi 30-50 cm dan berikan probiotik yang tersedia kios ternak. setelah 1minggu lalu kolam siap dimasukan benih ikan.
Ketiga, pinjaman pakan. Tahapan pinjaman pakan dalam budidaya ikan patin dikerjakan sehari 2 kali. Namun pada bibit yang baru dimasukan kedalam kolam jangan diberikan pakan pelet apalagi dulu, biarkan bibit memakan zooplangton yang telah tersedia dikolam. Setetelah itu baru bertahap anda berikan pakan pelet.
Jumlah santunan pakan pada ikan patin berganti setiap bulanya, mesti disesuaikan dengan keadaan perkembangan ikan. Pakan yang diberikan perhari adalah 3-5% dari berat tubuh ikan. Kaprikornus kian besar ikan maka pakan yang diberikan juga semakin banyak. Waktu pemebrian pakan budidaya ikan patin ini yaitu pada pagi dan sore hari.
Pakan yang dipakai dalam budidaya ikan patin, tidak harus memakai pelet terus-menerus, namun harus variatif, selain mampu mengurangi ongkos pakan, pertumbuhan ikan bisa lebih optimal. Anda bisa gunakan paka perhiasan mirip keong, bekicot, kerang, sisa dapur, dan lainnya.

Budidaya ikan patin sampai siap konsumsi ialah pada umur ikan 4-6 bulan, dengan 200 gr-1kg. namun Anda tidak usah terpaku oleh ini, sebab periode panen dalam budidaya ikan patin mampu Anda sesuaikan dengan permitaan pasar.
Bersambung Panduan budidaya ikan patin bagian (2)
Comments
Post a Comment