Pakan Ternak: Mengganti Keong Menjadi Pakan Ternak Berkualitas

gambar keong pakaan ternak berkulitas
Keong sering menjadi musuh petani. Tidak sedikit petani yang mengeluh sebab tumbuhan padinya yang masih kecil dihabiskan oleh keong. Penyelesainya umumnya petani menggunakan pestisida biar keong sebagai hama tanaman tersebut mati.
Keong termasuk dalam kelas hewan Gastopoda ialah memiliki cangkang berbetuk gelung pada fase remaja, dengan warna cangkang kuning ke emasan. Hewan ini memiliki telur berwarna merah muda, umumnya banyak dijumpai di areal persawahan, sungai, maupun kolam. Keong termasuk sebagai hama tanaman yang cukup meresahkan petani, jadi sangat wajar banyak petani yang resah akan keberadaan keong ini.
Sebenarnya binatang yang kerap diketahui sebagai hama padi ini, mempunyai manfaat kandungan kalsium dan protein yang cukup tinggi bagi tubuh manusia dan hewan. Hanya saja jenis keong sawah (keong emas)/bekicot bagi insan jarang dimanfaatkan untuk dimakan sebab daya tahan badan manusia yang kurang dapat mendapatkannya dengan baik, sehingga menjadikan keracunan.
Anda mesti harus tahu bedanya, kebanyakan keong yang mampu dimakan oleh insan ialah jenis keong Helix asspersa dan helix pommatia. Ini berlawanan dengan jenis keong emas yang biasa ditemukan disawah, keong ini tidak mengandung racun, sehingga tapat dicerna oleh badan manusia.

Keong emas/sawah dan bekicot sebaiknya dimanfaatkan selaku pakan ternak. Kandungan protein yang cukup tinggi dengan kandungan lemak rendah serta kaya vitamin sangat bagus untuk menolong mempercepat pertumbuhan ternak-ternak yang Anda pelihara.
Berikut Komposisi daging keong tiap 100 gram bagian yang dapat dikonsumsi, mencakup :
| No | Komposisi Gizi | Jumlah |
| 1 | Energi | 90 kkal |
| 2 | Air | 79 g |
| 3 | Protein | 16,1 g |
| 4 | Karbohidrat | 2 g |
| 5 | Lemak | 1,4 g |
| 6 | Magnesium | 250 mg |
| 7 | Kalium | 170 mg |
| 8 | Zat Besi | 3,5 mg |
| 9 | Fosfor | 272 mg |
| 10 | Kalium | 382 mg |
| 11 | Niacin | 1,4 mg |
| 12 | Folat | 6 mg |
| 13 | Vitamin A | 100 UI |
| 14 | Vitamin E | 5 mg |
Sumber :USDA (2006)
Daging keong mampu diberikan untuk pakan ternak dalam kondisi mentah maupun bentuk olahan. Biasanya keong dijadikan pakan pada jenis ternak mirip sapi, kambing, unggas, ayam maupun bebek. Selain itu juga mampu dijadikan pakan ternak ikan mirip, pada ikan patin, lele, gurameh, ikan mas, dan juga untuk pakan ternak belut.
Mengubah keong menjadi pakan ternak berkulitas dapat Anda lakukan dengan mudah. Tentunya ada beberapa hal yang mesti Anda siapkan. Pemanfaatan keong ini mampu menjadi solusi pakan ternak alternatif dan bermutu untuk mendorong kenaikan produksi usaha Anda. Berikut kami berikan cara mengolah pakan ternak dengan bahan keong, selamat membaca..
A. Cara Membuat Silase Daging Keong untuk Pakan Ternak

Silase merupakan cara pembuatan pakan ternak dengan cara mengawetkan melalui proses penyimpanan, bahan pakan ternak tersebut akan mengalami fermentasi sehingga gampang untuk dicerna oleh ternak. silase lazimnya dijalankan pada tumbuhan, rerumputan, biji-bijian tetapi kali ini kami akan menunjukkan tips membuat silase daging keong selaku berikut :
Langkah-langkah membuat silase daging keong:
- Kumpulkan keong dari sawah, kolam, sungai sebanyak-banyaknya
- Keluarkan daging segar keong dari cangkanynya, karena jelas tidak mungkin cangkang kita jadikan pakan ternak, jadi ambil dagingnya saja.
- Cuci daging yang sudah Anda keluarkan dengan bersih, pakai air lazimsaja.
- Lakukan basuh kembali dengan air garam
- Kemudian Anda mesti cuci lagi dengan air kapur, agar pakan ternak yang dihasilkan terhidar dari racun.
- Daging berikutnya digiling dengan mesin pengiling lalu ditiriskan, supaya kadar air berkurang
- Campur daging keong giling tersebut dengan bekatul. Dalam mencampur Anda bisa gunakan perbandingan 4: 1 kg
- Siapkan tong plastik, kemudian isi dengan adonan daging keong dan bekatul yang tadi telah disiapkan.
- Padatkan, semoga tidak ada rongga udara
- Tutup dengan plastik secara rapat.
- Lakukan pengecekan secara terpola dan dengan mengaduk sekaligus.
Proses pengerjaan pakan ternak berupa silase keong ini, agar fermentasi daging keong berjalan tepat maka diperlukan waktu 12 hari. Setelah itu silase telah mampu digunakan untuk pakan ternak.
Silase daging keong/bekicot sungguh berguna sebagai embel-embel pakan binatang ternak Anda. Kandungan protein yang tinggi dapat membatu mempercepat pertumbuhan ternak. Pada jenis ternak rumnisia atau pemakan rumput seperti ternak kambing, sapi Anda cukup memberikan 10% dari total pinjaman pakan perharinya.
Berbeda halnya pada ternak ayam atau unggas, pakan ternak dari silase keong mampu digunakan dengan dosis yang lebih banyak yakni 20%. Pakan ternak berbentuksilase mampu bertahan lebih lama yakni caranya dengan melakukan penjemuran atau dioven.

Manfaat pengerjaan silase keong untuk pakan ternak selain untuk mengawetkan daging keong, juga untuk mengatifkan zat selulosa lewat proses fermentasi. Anda perlu tahu dengan aktifnya kandungan tersebut mampu mempermudah binatang ternak dalam mencerna kuliner, dan dapat mempersingkat penyerapan nutrisi.
B.Cara Membuat Tepung Daging Keong
Tahapan pembuatan tepung dari daging keong lebih mudah dibanding dengan pembuatan silase, alasannya adalah tidak menyantap waktu lama. Biasanya tepung daging keong dipakai selaku pakan ternak dan juga untuk pakan ikan mirip, ikan gurame, ikan mas, ikan lele, ikan patin dan jenis ikan lainya.
5 langkah gampang pembuatan pakan ternak berbentuktepung daging keong selaku berikut :
- Kumpulkan keong, kemudian pisahkan daging dengan cangkangnya.
- Iris daging keong menjadi bagian tipis-tipis
- Keringkan dengan dijemur di bawah terik matahari atau dengan di oven, semoga kadar air pada daging keong berkurang ± 14%
- Setelah daging betul-betul kering giling daging tersebut menjadi tepung (granule)
- Tepung siap dicampurkan dalam pakan ternak atau untuk pakan ikan.
Mudah bukan, cara menciptakan tepung dari daging keong. Jika Anda ingin tau Anda dapat mencobanya sendiri dirumah.
Pembuatan pakan ternak dengan mengubah keong menjadi pakan berkualitas tinggi, secara nilai ekonomis cukup menguntungkan, alasannya adalah dapat menekan ongkos pakan ternak, yang umumnya cukup besar Anda keluarkan. Semoga artikel ini mengispirasi perjuangan Anda. Terima kasih
Sumber :Baharudin Sentot-Tekonogi Praktis Untuk Petani Mandiri-2010
Comments
Post a Comment